Diskriminatif, Pemerintah Buddha Sri Lanka Minta Sebuah Masjid Dihancurkan


Sri Lanka, Mukminun.com – Pemerintah Buddha Sri Lanka telah memintah penghancuran sebuah Masjid yang berdiri di sebuah area yang mereka sebut sebagai area sakral bagi umat Buddha.

Perintah tersebut keluar dua hari setelah ribuan umat Buddha dan ratusan biksu anarkis sebuah menggeruduk Masjid di Dambulla, Sri Lanka. (laporan lengkap mengenai insiden ini, klik disini)

Perdana Menteri DM Jayaratne mengatakan bahwa Masjid tersebut telah diminta untuk pindah ke lokasi lain di area tersebut.

Tak ayal lagi kemudian jika politisi Muslim senior di Sri Lanka menjadi marah karena merasa ada diskriminasi terhadap umat Islam.

Pernyataan Jayaratne sendiri dirasa sangat terburu-buru, atau hanya sehari sebelum pihak-pihak yang bersangkutan berembuk untuk mencari win-win solution.

Pihak-pihak yang bersangkutan seperti kementerian urusan agama dan tokoh-tokoh umat beragama di Sri Lanka kiranya baru akan melaksanakan perundingan pada hari ini (Senin 23/4). (laporan tentang ini, klik disini)

Statemen Jayaratne yang dikeluarkan pada Ahad (22/4) muncul setelah adanya tekanan dari para biksu Buddha yang mengancam akan merubuhkan Masjid tersebut pecan depan jika pemerintah tidak bertindak cepat.

Pihak pemerintah sendiri mengaku bahwa keputusan perdana menteri Jayaratne tersebut diambil setelah mengadakan pertemuan dengan empat tokoh umat Islam di Sri Lanka pada Ahad (22/4) dan kesemuanya setuju agar Masjid tersebut dihancurkan untuk mencari lokasi baru.

Meski begitu, menurut bulletin mingguan Islami di Sri Lanka, tiga dari empat tokoh umat Islam tersebut tidak sedang berada bersama perdana menteri Jayaratne pada Ahad (22/4) kemarin.

Salah satu tokoh umat Islam, AHM Fowzie mengatakan kepada BBC bahwa beliau tidak pernah mendapat undangan dari perdana menteri Jayaratne untuk membahas tentang Masjid tersebut.

Politisi Muslim yang lain, Azath Sally, mengatakan bahwa jika memang Masjid tersebut illegal, sungguh tidak pantas orang-orang itu bersikap seperti penjahat.

“Apa Tamil dan umat Islam tidak punya hak untuk hidup di negeri ini sekarang?” kata Sally.

Masjid di Dambulla sendiri bukanlah bangunan illegal karena telah berada di area tersebut selama lebih dari 50 tahun dan rencana pembangunan Masjid tersebut juga disetujui oleh Biksu-biksu Buddha saat itu.

Kepada BBC, selama ini komunitas umat Islam di Sri Lanka cenderung malas meladeni sikap arogan pemerintah Buddha terhadap mereka, dan hal inilah yang membuat politisi Muslim senior setempat untuk bersuara menentang kebijakan diskriminatif pemerintah Buddha Sri Lanka. Wallahu’alam bish shawwab. (Bbc/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment