Waduh?! Manchester Punya Masjid Ahmadiyah Terbesar Kedua Di Eropa

Manchester, Mukminun.com – Kota Manchester yang terkenal dengan dua klub sepakbolanya, Manchester City dan Manchester United, kini memiliki satu Masjid baru.

Sayangnya Masjid tersebut bukanlah sebuah Masjid untuk umat Islam, melainkan “Masjid” untuk umat Ahmadiyah yang tidak mengakui kenabian Rasulullah Muhammad salallahu’alaihi wasallam.

Masjid baru yang bernama Darul Aman tersebut secara resmi dibuka pada Jumat (27/4) kemarin dan dihadiri oleh lebih dari 1,500 penganut agama Ahmadiyah di kota tersebut.

Tempat ibadah umat beragama Ahmadiyah tersebut dibangun dengan swadaya masyarakat dan menelan biaya pembangunan sebesar 1.000.000 pounds.

Kini dengan adanya satu lagi Masjid Ahmadiyah di Inggris, Masjid Darul Aman ini adalah Masjid Ahmadiyah terbesar kedua di seantero Eropa.

Pengurus tempat ibadah umat beragama Ahmadiyah tersebut mengatakan bahwa masjid tersebut ditaksir mampu menampung 1,000 jemaat Ahmadiyah dalam satu sesi peribadatan.

Agama Ahmadiyah sendiri masuk ke Eropa pertama kali pada 1907 setelah “nabi” mereka Mirza Ghulam Ahmad mengirim surat ke seantero Eropa.

Di Inggris sendiri, Ahmadiyah mulai eksis sejak 1912, dan digadang-gadang sebagai markas besar agama Ahmadiyah di seluruh dunia.

Selain itu, total ada 27 masjid Ahmadiyah telah berdiri di seluruh Inggris dengan satu masjid Ahmadiyah terbesar di Eropa ternyata juga terdapat di Morden, London, Inggris.

Pertemuan tahunan internasional umat Ahmadiyah juga sering digelar di Inggris, tepatnya di Oakland Farm.

Sudah tidak menjadi rahasia lagi bahwa memang pembentukan agama Ahmadiyah merupakan salah satu propaganda pemerintah zionis Inggris yang saat itu masih menjajah India.

Mirza Ghulan Ahmad ditunjuk dan dicitrakan oleh penjajah Inggris sebagai seorang Nabi setelah Nabi Muhammad salallahu’alaihi wasallam, sehingga eksistensi agama Ahmadiyah saat itu sebenarnya untuk membuat fitnah di tengah-tengah umat Islam India.

Tak ayal lagi kemudian jika hingga saat ini, agama Ahmadiyah sangat eksis di Inggris, dan keberadaan mereka sering disebut-sebut sebagai salah satu mahdzab/kelompok dalam Islam.

Padahal, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ustadz Amin Jamaludin dari LPPI disebutkan bahwa pengikut agama Ahmadiyah sering mengaku sebagai umat Islam.

Padahal, menurut temuan Ustadz Amin Jamaludin, penganut agama Ahmadiyah tidak mengakui bahwa Nabi Muhammad salallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi terakhir, melainkan Mirza Ghulam Ahmad.

Selain itu, Ahmadiyah juga tidak mengakui bahwa Al-Quran sebagai kitab suci terkahir bagi mereka, melainkan Kitab At-Tadzkirah, kitab suci umat Ahmadiyah yang ditulis oleh murid-murid Mirza Ghulam Ahmad. Wallahu’alam bish shawwab. (Bbc/suara-islam/Mukminun)