Bupati Karawang Diminta Tindak Tegas Tempat-tempat Maksiat


Karawang, Mukminun.com – Front Pembela Islam (FPI) cabang Karawang mengaku kecewa dengan sikap lemah bupati Karawang yang membiarkan tempat-tempat maksiat tetap beroperasi selama pergelaran MTQ.

FPI kecewa karena dulu Bupati Karawang H. Ade Swara sempat mengutarakan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Namun janji itu pupus sudah ketika kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ketika Karawang menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional, ternyata beberapa tempat maksiat seperti klab malam dan karaoke ‘plus-plus’ masih beroperasi.

“MTQ merupakan kegiatan sakral juga wadah pembelajaran umat dalam melaksanakan kandungan Al Quran. Seharusnya kegiatan yang dapat menodai MTQ ditutup total,” ujar Ketua Dewan Tanfidz FPI Karawang, H Gamal Abdul Naser.

Ustadz Naser juga mengkritisi lemahnya sikap pemerintah Kabupaten Karawang, terutama bupatinya H Ade Swara, yang belum juga melakukan tindak lanjut terhadap temuan FPI mengenai kemaksiatan di sebuah tempat karaoke di Karawang Barat.

Ustadz Naser menyatakan bahwa sebuah tempat karaoke di bilangan interchange Karawang Barat adalah sebuah area penuh kemaksiatan dimana berbagai jenis minuman keras dengan kadar alkohol di atas 50% dijajakan.

Selain itu, FPI juga mengungkap fakta bahwa dalam tempat karaoke tersebut dijajakan juga wanita penghibur berkedok pemandu lagi (PL).

Hal yang membuat berang FPI Karawang adalah kenyataan bahwa tempat karaoke tersebut telah mengantongi ijin beroperasi dari pemerintah Kabupaten Karawang dengan ijin operasi “tempat karaoke keluarga.”

“Di tempat itu banyak dijajakan wanita penghibur berkedok pemandu lagi (PL),” kata Ustadz Naser menyampaikan hasil temuan mata-mata FPI yang menyusup ke tempat tersebut.

Dalam sebuah dialog dengan FPI Karawang dan Kepala Polisi Pamong Praja, Bupati Karawang H Ade Swara berjanji akan meninjau ulang perijinan tempat karaoke maksiat tersebut dan tempat-tempat maksiat lainnya.

Namun pada kenyataanya hingga berita ini diturunkan sama sekali belum ada langkah nyata yang tegas dari pihak pemerintah Kabupaten Karawang, terutama Bupati Karawang, untuk menutup tempat karaoke maksiat tersebut. Wallahu’alam bish shawwab. (PikiranRakyat/Mukminun)