Benar-benar ada Doktrin Perang Melawan Islam di Militer AS


AS, Mukminun.com – Inilah jawaban kenapa teroris Amerika Serikat doyan menghabiskan anggaran belanja negara untuk berperang di Afghanistan, Iraq, dan negara-negara Muslim lainnya.

Inilah jawaban kenapa teroris Amerika paling getol menyuarakan ‘perang melawan terorisme.’

Hal ini dikarenakan mereka sedang berperang melawan Islam, bukan sekedar terorisme.

Setidaknya hal itu dapat dilihat dari temuan fakta di lapangan bahwa pemerintah teroris Amerika Serikat menanamkan doktrin bahwa Amerika sedang berperang melawan Islam.

Doktrin tersebut terungkap dari salah satu materi training yang disampaikan kepada calon pejabat militer (baca: terorisme) Amerika Serikat yang berjudul, “Perspective on Islam and Islamic Radicalism,” (Sudut pandang tentang Islam dan Radikalisme Islam).

Materi tersebut disampaikan di Joint Forces Staff College di Norfolk, Virginia, dan disebutkan dalam materi tersebut bahwa hendaknya para calon pejabat militer AS memahami bahwa mereka sedang berperang melawan Islam.

“...bahwa Amerika Serikat sedang berada dalam perang melawan Islam dan kita harus, sekali lagi harus, menyadari bahwa kita sedang berperang melawan Islam,” demikian salah satu penggalan kalimat yang terdapat dalam materi presentasi powerpoint tersebut.

Belum diketahui secara pasti sejak kapan doktrin seperti ini telah ditanamkan kepada para pejabat militer di AS, namun pelatihan militer di AS menjadi sangat intensif sejak tahun 2004 silam.

Dalam pelatihan kemiliteran tersebut, para calon pejabat militer AS dilatih dan didoktrin selama delapan pekan secara berturut-turut, dan konon kini pelatihan tersebut sedang dihentikan untuk sementara waktu karena ada kebocoran materi doktrin tersebut.

Kebocoran informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh media Wired.com yang mendapat bocoran informasi dari salah seorang peserta pelatihan militer AS.

Namun begitu, sang peniup peluit ini belum juga dibeberkan identitasnya sedangkan pemateri doktrin tersebut belum juga diberhentikan oleh militer AS, menandakan bahwa materi doktrin tersebut memang legal di AS.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menanggapi keras temuan fakta doktrin tersebut dengan menyebut bahwa informasi yang disampaikan dalam doktrin tersebut ‘bias dan tidak akurat.’

“Kami mengutuk keras Departeme Pertahanan yang telah mengambil langkah tidak tepat ketika informasi yang bias dan tidak akurat dalam kursus tersebut disampaikan,” kata direktur legislatif CAIR Corey Saylor kepada Sekretaris Pertahanan Leon Panetta. Wallahu’alam bish shawwab. (ChicagoT/MarketW/Mukminun)

0 komentar:

Post a Comment