140 Tahanan Muslim Palestina Diisolasi, 3000 Lainnya Mulai Mogok Makan


Palestina, Mukminun.com – Yayasan Solidaritas Internasional untuk Hak Asasi Manusia (The International Solidarity Foundation for Human Rights - ISFHR) melaporkan bahwa badan administratif penjara israel telah memindahkan sebanyak 140 tahanan Muslim Palestina dari Majeddo ke suatu tempat yang dirahasiakan.

Para tahanan Muslim yang dipindahkan tersebut kebanyakan merupakan anggota Hamas dan Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) yang sedang menjalankan aksi mogok makan.

Ahmad Al-Beetawi, salah satu peneliti dari ISFHR, melaporkan bahwa para tahanan nampaknya akan dipindahkan ke sebuah komplek penjara di Galboa.

Adapun tokoh-tokoh politik Palestina yang termasuk dalam 140 orang itu kiranya akan dipindahkan dari komplek penjara Majeddo ke suatu tempat yang belum diketahui lokasinya secara pasti.

Mereka yang termasuk tokoh politik Palestina antara lain Ahmad Al-Hajj, Rafat Naseef, and Mohammad Al-Aref.

Lebih lanjut Al-Beetawi menambahkan bahwa para tahanan tidak diijinkan untuk membawa baju-baju dan barang-barang milik mereka.

Menurut Al-Beetawi, pihak israel laknatullah menganggap situasi di sana sedang berbahaya sehingga harus mengisolasi para tahanan dari tahanan yang lain dan dari sorotan dunia mengingat bahwa liputan dari berbagai stasiun TV juga dilarang.

Kebanyakan dari tahanan di Majeddo adalah mereka yang sedang melakukan aksi mogok makan, termasuk Mohammad Ghazal, seorang dosen di Universitas An-Najah di Nablus, dan seorang jurnalis Nawwaf Al-Amer.

Salah seorang tahanan, Daoud Rawajba, dilaporkan telah kehilangan kesadaran beberapa hari yang lalu dan sedang memerlukan perawatan medis dengan segera.

Ratusan tahanan lain telah memulai aksi mogok makan sejak delapan hari yang lalu sebagai protes kepada pemerintah teroris israel agar segera mengakhiri segala bentuk kedzhaliman terhadap umat Islam di Palestina.

Sepekan yang lalu dilaporkan bahwa 1600 tahanan Muslim Palestina mulai melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes atas berbagai kedzhaliman israel laknatullah.

Dan dikabarkan pula bahwa jumlah tersebut akan terus meningkat hingga mencapai angka 3000 tahanan Muslim yang akan mengikuti aksi mogok makan tersebut.

“Perang piring kosong” itu ditujukan untuk mengakhiri kebijakan pemerintah teroris israel yang bisa saja melakukan penangkapan terhadap siapa saja yang mereka mau.

Selain itu, hal tersebut juga diniatkan untuk mengakhiri segala pelanggaran terhadap hak-hak tahanan dan keluarga-keluarga mereka yang dilarang melakukan kunjungan.

Kepala Masyarakat Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Society – PPS), Qaddoura Fares, mengatakan bahwa terdapat satu kelompok tahanan Palestina yang ditahan tanpa alasan telah memulai aksi mogok makan sejak 56 hari yang lalu.

Hingga kini, mereka memaksa untuk tetap melanjutkan aksi tersebut hingga mereka dibebaskan.

Adapula kelompok tahanan Muslim Palestina lainnya yang baru memulai aksi mogok makan sejak delapan hari yang lalu.

“Jumlah tahanan yang melakukan mogok makan berkisar 1400 hingga 1600, dan nampaknya akan terus meningkat hingga 3000 tahanan di beberapa hari kedepan,” kata Qaddoura Fares. (Imemc/Mukminun)