Kenalilah Arti Sombong, Nak...

Irfan Nugroho
Wahai anakku, inilah sikap yang membuat Fir’aun menganggap dirinya sebagai Tuhan yang mampu menghidupkan dan mematikan orang lain padahal telah datang kepadanya seruan tauhid dari Nabi Musa ‘alaihisalaam.

Inilah sikap yang membuat Abu Jahl menolak seruan Islam Rasulullah meski ia tahu dengan sangat jelas bahwa Rasulullah adalah benar-benar seorang Nabi, pembawa risalah kebenaran Islam.

Inilah pengunci urat-urat wajah hingga seorang pemimpin enggan melihat dan tersenyum kepada rakyatnya ketika berjabat tangan.

Inilah pengunci kaca mobil sehingga seorang yang bakhil enggan memberikan kepingan receh kepada pengemis di persimpangan jalan.

Inilah pijakan gas yang membuat pengemudi mobil enggan memperlambat mobilnya di jalanan berair saat kaum miskin sedang melintasi jalan yang sama dengan jalan kaki, sepeda butut, atau sepeda motor.

Inilah perasaan yang membuat seorang istri merasa menjadi manusia tersibuk di dunia mengalahkan kesibukan suaminya; dan inilah yang membuat seorang suami enggan mendengar nasihat sang istri.

Inilah sekat penutup pandangan sehingga seorang Muslim enggan memberi salam, berjabat tangan, dan tersenyum kepada sesama Muslim dari kelompok lain.

Inilah belenggu pikiran bagi seorang Muslim sehingga ia menjadi enggan untuk mengambil ilmu, hikmah, dan kebaikan dari Muslim lainnya.

Inilah tameng yang membuat seseorang menolak datangnya kebenaran yang jelas dan nyata (Bayyinah).

Inilah ‘penyemangat’ bagi seseorang yang baru belajar Islam kemarin sore, yang belum pernah menulis satu pun buku Islami, berani meremehkan ulama-ulama besar yang telah melahirkan karya-karya besar.

Duhai anakku… Kenalilah arti-arti sombong dengan harapan agar engkau bisa menjauhi sifat sombong.

Nak, “Sombong adalah mengingkari kebenaran dan meremehkan manusia,” (HR Muslim).

Maka dari itu, nak…

“Janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan penuh kesombongan…” (Al-Isra’: 37).


"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri," (Luqman: 18). Wallahu'alam bish shawab. (12 Rabi'ul Akhir 1433 H).

2 komentar:

  1. "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri," (Luqman: 18).

    ReplyDelete
  2. Nasehat yang mendalam tentang larangan untuk bersombong diri sob. Karena semua manusia di mata Allah adalah sama, yg membedakan adalah amal ibadahnya.

    Terima kasih tausiyahnya sob :)

    ReplyDelete