I'dad dalam Al-Quran

Ust. Mu’inuddinillah Bashri

Hanya orang yang beriman saja yang tidak akan rugi baik di dunia dan di akhirat (Surah Al-Asr). Hanya saja, apakah iman mereka itu asli atau palsu? Apa indikasi iman yang jujur? Apa indikasi iman yang tidak jujur (kemunafikan)?

Surah Al-Baqarah: 177
177. bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi

Amalan-amalan tersebut merupakan amalan-amalan yang termasuk dikategorikan Iman, namun tidak nampak secara dhahir.

…..dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,…

Dan di antara bentuk kebajikan yang lain adalah amalan-amalan tersebut di atas yang bisa dilihat secara dhahir. Khusus untuk memerdekakan hamba sahaya adalah juga termasuk perlakuan baik terhadap tawanan perang jika dalam masa peperangan.

…mendirikan shalat, dan menunaikan zakat;

Zakat di sini juga termasuk zakat yang wajib dan zakat yang sunnah.

….dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.


Tafsir At-Thabari: “Kebajikan itu bukan hanya shalat, namun meliputi hal-hal yang disebutkan setelah klausa tersebut. Kebajikan adalah segala hal-hal yang nampak secara dhahir dan hal-hal yang tidak nampak secara dhahir.”

Tafsir Ibnu Katsir: “Ayat ini turun setelah hijrah, maka perintah dalam berislam bukan hanya tentang shalat semata, namun juga meliputi segala hal yang berkaitan dengan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Sehingga, kebaikan itu bisa berupa amal-amal batiniyah atau amal-amal lahiriyah.”

Kesimpulan: Orang yang iman-nya jujur adalah orang yang mampu melaksanakan hal-hal yang tersebut dalam Surah tersebut dengan mempertimbangkan apa yang “urgen” untuk dilakukan pada saat-saat tertentu.

Surah Al-Ankabut: 2-3
2. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

Seluruh umat-umat terdahulu, yang beriman, telah menempuh ujian-ujian yang berat. Hal ini seperti yang dirasakan oleh umat-umat Nabi Ibrahim, atau umat-umat Nabi Isa, dan terutama dari kalangan para sahabat Rasulullah.

Ujian juga merupakan sarana penyaring untuk mengetahui siapa yang iman-nya benar dan siapa yang iman-nya tidak benar.

Pada masa Rasulullah, sahabat Anshar mengalami ujian yang sangat berat. Mereka sudah berbaiat untuk selalu mendukung Rasulullah dan kaum Muslimin Mekkah, maka mereka diuji oleh Allah dengan harta. Kaum Anshar diuji untuk mendukung Rasulullah dan kaum Muslimin dengan harta mereka. Terlebih lagi pada saat Rasulullah dan kaum Muslimin Mekkah tiba di Madinah pertama kali lalu mendapat surah ancaman dari kaum Quraisy.
 

3. dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.


Tafsir At-Thabari: Sebenarnya Allah sudah mengetahui bagaimana keadaan iman semua hamba-Nya. Maksud dari ujian ini adalah Allah akan menampakkan kejujuran iman seseorang agar manusia bisa mengikuti hal tersebut, dan Allah juga akan menampakkan kebohongan iman seseorang agar manusia menjauhi hal tersebut.

Meski begitu, fitnah terbesar bagi umat ini adalah fitnah Syubhat. Syubhat yakni kesalahpahaman dalam Islam sehingga bisa berakibat pada melihat sesuatu yang baik sebagai hal yang buruk, dan melihat sesuatu yang buruk sebagai sesuatu yang baik.

Selain itu, di akhir zaman ada tiga fitnah yang sangat besar, yakni:
1. Umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan dengan 72 golongan adalah sesat dan 1 golongan yang benar.
=======================================
Baca juga:
- 73 Golongan, Siapa Satu Kelompok yang Masuk Surga?
- Apakah ormas-ormas Islam termasuk di dalam 73 golongan umat Islam?
- Aliran Sufi, Apakah Termasuk dalam 72 Sekte yang Masuk Neraka?
=======================================
2. Umat Islam akan masuk neraka dahulu baru masuk surga karena akumulasi dosa dan amal salihnya hampir seimbang atau bahkan lebih banyak dosanya namun masih ada keimanan di dalam hatinya.
3. Munculnya orang remeh imannya namun berbicara masalah umat.

Surah Al-Hujurat: 15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.


Tafsir At-Thabari: Orang yang beriman adalah mereka yang membenarkan Allah dan Rasulullah, lalu mereka tidak ragu akan ke-esaan Allah dan tidak ragu akan kenabian Rasulullah. Kemudian, ketidak-ragu-raguan terhadap Allah dan Rasul-Nya ini akan menghasilkan pada (1) komitmen kepada Syariah Islam, dan (2) melaksanakan SELURUH kewajiban Syariah. Sehingga, seorang Muslim yang membenarkan dan tidak ragu kepada Allah dan Rasulullah akan bersedia melakukan salah satu amalan dalam Islam yang paling berat, yakni berjihad dengan jiwa dan harta. Sehingga, orang yang melakukan hal demikian ini adalah orang yang pasti memiliki iman yang benar.

Surah Al-Ahzab: 22-24

22. dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.


Tafsir Jalalayn: Jani Allah dan Rasul-Nya di sini adalah kemenangan.

23. di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya),


Tafsir Jalalayn: Janji di sini merujuk pada janji kalangan sahabat untuk tetap membela Rasulullah.

24. supaya Allah memberikan Balasan kepada orang-orang yang jujur dengan keimanannya dan amalannya itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Tafsir Jalalayn: “…Menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya…” artinya akan dimatikan dalam keadaan kemunafikan jika terdapat kemunafikan dalam dirinya. Misal, jika seorang Muslim mendengar berita Syaikh Osama gugur kemudian dia berbahagia, maka akan ada ancaman dari Allah yakni dia akan dimatikan dalam keadaan munafik. Allah juga mampu menunda kematian orang tersebut agar bertaubat.

0 komentar:

Post a Comment