Belajar Kasih Sayang dari Rasulullah, Jangan dari Pendeta Valentinus (Valentine Day)

Irfan Nugroho
Para ababil (ABG labil) kini sedang heboh dengan menabung, untuk mempersiapkan sebuah moment yang menurut mereka istimewa.

Ya... Mereka kini sedang dihebohkan dengan persiapan menyambut hari kasih-sayang atau yang biasa dikenal dengan Hari Valentine yang biasanya dinisbatkan pada tanggal 14 Februari.

Tak bisa dipungkiri bahwa hal serupa memang telah menjadi sebuah tradisi yang sesat dan menyesatkan karena banyak kobodohan dan ketololan yang muncul di sekitar acara tersebut.

Mari ambil contoh, halaman dinding seorang teman baru saja mendapat sebuah kiriman foto mengenai adanya sebuah supermarket yang menjual coklat valentine dengan bonus sebuah kondom, yang berarti bahwa pihak hari valentine hendaknya ‘dirayakan’ dengan memberi coklat dan hubungan sex.

Mungkin ada benarnya bahwa agenda terselubung dari maraknya kampanye hari valentine adalah sebuah upaya untuk menggalakkan hubungan kelamin di luar nikah, dengan dalih untuk membuktikan seberapa besar cinta atau kasih sayang seseorang terhadap pasangan haramnya.

Hal ini terlihat dari banyaknya kasus pemerkosaan dan penganiayaan seksual oleh beberapa oknum di sekitar hari valentine tanggal 14 Februari.

Jauh di sana, tepatnya di daerah Subang tahun lalu, seorang gadis berusia 15 tahun harus menerima getirnya takdir ketika dirinya diperkosa secara bergiliran oleh lima orang pemuda bejat yang berumuran 17/18 tahunan yang mana pemerkosaan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari valentine.

Pun di sebuah tempat wisata di Klaten, modus serupa juga terjadi oleh seorang mahasiswi smester tiga sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Surakarta, juga diperkosa secara bergiliran oleh lima orang.

Belum lagi fakta yang menujukkan bahwa hotel atau penginapan ‘asoy’ di Kaliurang Yogyakarta, Tawangmangu Karanganyar, atau Puncak Bogor kini telah penuh dibooking oleh manusia-manusia tolol yang mengaku Muslim namun menganggap keramat (baca: mengkultuskan) hari valentine sebagai hari kasih sayang.

Kita tidak akan membahas sejarah valentine day sejarah detail dan menyeluruh, karena cukup kita ketahui saja bahwa valentine day merupakan sebuah tradisi yang diciptakan oleh orang-orang kafir di luar Islam.

Maka hendaknya kita menjauhi sifat atau tanda kekafiran dengan menyelisihi orang-orang kafir, karena Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam telah berpesan kepada kita,

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk di dalamnya,” (HR Abu Dawud).

Nah ketika kita dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, “Dari siapakah tradisi hari valentine berasal?” maka akan kau dapatkan  sebuah jawaban yang sangat jelas, bahwa tradisi tersebut berasal dari orang kafir (bukan orang Islam).

Dan jika kita telah mengetahui asal-muasal tradisi ini dan masih juga mengikutinya, maka kita khawatir bahwa agama Islam yang kita anut ini pun akan batal seperti batalnya orang yang telah berwudhu karena hadast (buang angin atau kencing).

Atau belumkah sampai kepada kita sebuah peringatan dari Allah dalam Surat Ali-Imran Ayat 156,

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu...” (Ali Imran: 156).

Maka jika toh kita melanggar perintah Allah dalam ayat tersebut dengan tetap melaksanakan tradisi kafir tersebut, maka ketahuilah bahwa kita bukan lagi termasuk dalam ‘Orang-orang yang beriman” dalam ayat tersebut.

Segera bertaubatlah dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, nak... Agar ke-Islaman kita tetap terjaga dan selamat dari besarnya fitnah hari valentine.

Kasih Sayang Dalam Islam
Menjadi kafir karena membebek dalam merayakan valentine day tentu bukan hal yang kita harapkan terjadi pada dirimu, nak.

Toh jika kita beralasan bahwa valentine day adalah momen untuk mengekspresikan rasa kasih sayang kepada seseorang, maka ketahuilah bahwa berkasih-sayang bukan hanya pada tanggal 14 Februari semata.

Ketika mengajarkan kasih sayang, Rasulullah tidak menyebutkan waktu-waktu tertentu (spesifik), yang mana ini berarti bahwa saling kasing mengasihi hendaknya dilakukan setiap saat, kapan saja, dan dimana saja, terutama kepada sesama Muslim, dengan batas-batas syar’i.

"Rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman,” (Al-Hijr: 88)

Dan akah lebih jelas lagi tentang kepada siapa saja kita harus berkasih-sayang jika kita membaca Surat Al-Fath Ayat 29:

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..." (Al-Fath: 29).

Benar, Saling berkasih-sayanglah kita kepada orang-orang beriman, dan hindarilah salah satu sifat orang munafik yang berkasih-sayang kepada orang-orang kafir dan justru membenci orang-orang beriman seperti yang Allah jelaskan dalam Surat An-Nisa Ayat 138-139 berikut ini.

"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih;  (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah," (An-Nisa: 138-139)

Dan sungguh yang kita khawatirkan pula adalah adanya satu dari sekian sifat kemunafikan seperti yang tertera dalam Surat An-Nisa Ayat 138-139 di atas.

Sungguh kini kita lebih khawatir jika menjadi munafik dengan tetap merayakan hari valentine dan menghiraukan nasihat-nasihat yang datang kepada kita dari orang-orang beriman.

Belajarlah Kasih Sayang Dari Teladan Rasulullah
Rasulullah adalah sosok yang sangat mulia, bukan karena kekuasaan atau pun hartanya, melainkan karena besarnya cinta beliau terhadap kita, umat Islam.

Rasulullah mengucapkan , “Ummati ummati ummati...” (umatku umatku umatku) di detik-detika akhir beliau yang ini berarti bahwa Rasulullah sangat mencitai umatnya bahkan masih memikirkan umatnya di akhir hayatnya.

Rasa sayang Rasulullah kepada umat Islam jauh lebih besar dari sekedar cinta Romeo kepada Juliet, karena kata terakhir yang diucapkan oleh Juliet ketika meminum racun di sisi Romeo adalah ungkapan bahwa ia hanya mencintai satu orang saja, sedang Rasul mencintai semua umat Islam.

Maka tidak heran suatu saat Rasulullah pernah berkata, “Sesungguhnya perumpamaanku dan umatku adalah seperti seorang yang menyalakan api, namun ada binatang melata dan nyamuk terperangkap ke dalam api tersebut. Aku sudah berusaha memegang ikat pinggang kalian namun kalian malah menceburkan diri ke dalamnya,” (HR Muslim).

Pembahasan tentang besarnya kasih sayang Rasulullah terhadap umatnya tidak akan cukup untuk dibahas di sini. Maka kami sarankan agar membaca sebuah buku karangan DR Aidh Al-Qarni yang berjudul, “Inilah Rasulullah Sang Penyayang.

Maka nak, belajarlah kasih sayang dari Rasulullah, jangan belajar kasih sayang dari sosok pendeta Nasrani bernama Valentinus karena kita adalah seorang Muslim!

"Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (Al-Ahzab: 33).

hari valentine, valentine day, selamat valentine, selamat hari valentine, kata valentine, kata-kata valentine, lagu-lagu valentine, ucapan valentine, dress valentine, met valentine, my valentine 4shared, party valentine, download my valentine, film valentine,